Thursday, March 29, 2012

Pentingnya Pendidikan dalam perkembangan ekonomi indonesia


Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh :Inflasi yang sangat tinggi, Adanya blokade ekonomi oleh Belanda untuk menutup pintu perdagangan luar negri RI, Kas negara kosong, Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan dll.

Hal itu menyebabkan berbagai sistem ekonomi bermunculan dan saling menyempurnakan, contohnya :
ñ  Sistem Ekonomi Gerakan Benteng yang programnya memberikan bantuan kredit pada pengusaha lokal yang bermodal lemah. Namun sistem ini gagal akibat pengusaha yang kalah bersaing dan belum bisa menjalankan usaha secara mandiri.
ñ  Sistem ekonomi ali baba yaitu Ali digambarkan sebagai pengusaha pribumi sedangkan Baba digambarkan sebagai pengusaha non pribumi, pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. Pemerintah memberikan perlindungan agar mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing yang ada namun sisitem inipun gagal karena  pengusaha lokal banyak yang diperalat oleh pengusaha non pribumi dan pengusaha lokal tidak sanggup bersaing dalam pasar bebas.
ñ  Rencana pembangunan lima tahun,  namun gagal, salah satu penyebabnya yaitu Adanya ketegangan antara pusat dan daerah akibat pembangunan yang tidak merata sehingga banyak daerah yang melaksanakan kebijakan ekonominya masing-masing.
ñ  Orde baru, Tidak ada catatan ataupun artikel yang saya temukan tentang sistem ekonomi setelah orde baru namun indonesia mengalami kesetabilan ekonomi yang cukup signifikan terbukti dari meningkatnya PDB indonesia dari $70 menjadi lebih dari $1.000 pada Tahun 1996. hingga tahun 2010 PDB indonesia melebihi Rp. 6300 trilyun.

Dengan perkembangan ekonomi indonesia saat ini, haruslah di manfaatkan dengan sebaik baiknya. Saya mangusung judul di atas sebenarnya ingin menyampaikan beberapa pendapat berkaitan dengan  apa saja yang penting dan harus di kembangkan agar ekonomi indonesia tetap stabil.

Hal yang paling penting yang harus di kembangkan adalah pendidikan karena menurut saya, Pendidikan adalah Investasi. Sampai kapanpun Pendidikan adalah hal yang paling utama dalam sebuah negara.
            Pendidikan dalam pandangan tradisional selama sekian dekade dipahami sebagai bentuk pelayanan sosial yang harus diberikan kepada masyarakat, dalam konteks ini pelayanan pendidikan sebagai bagian dari public service atau jasa layanan umum dari negara kepada masyarakat yang tidak memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat, sehingga pembangunan pendidikan tidak menarik untuk menjadi tema perhatian, kedudukannya tidak mendapat perhatian menarik dalam gerak langkah pembangunan.
Opini yang berkembang justru pembangunan sektor pendidikan hanyalah sektor yang bersifat memakan anggaran tanpa jelas manfaatnya (terutama secara ekonomi). Pandangan demikian membawa orang pada keraguan bahkan ketidakpercayaan terhadap pembangunan sektor pendidikan sebagai pondasi bagi kemajuan pembangunan disegala sektor.
Pengembangan SDM melalui pendidikan menyokong secara langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, dan karenanya pengeluaran untuk pendidikan harus dipandang sebagai investasi yang produktif dan tidak semata-mata dilihat sebagai sesuatu yang konsumtif tanpa manfaat balikan yang jelas (rate of return).
Sejumlah hubungan telah diuji dalam rangka kesimpulan tersebut. Misalnya studi Bank Dunia mengenai 83 negara sedang berkembang menunjukan bahwa di 10 negara yang mempunyai tingkat pertumbuhan riil tertinggi dari GNP perkapita antara tahun 1960 dan 1977, adalah negara yang tingkat melek hurup pada tahun 1960 rata-rata 16 persen lebih tinggi daripada nehara-negara lain
Juga telah digambarkan bahwa investasi dalam bidang pendidikan mempunyai pengaruh langsung terhadap produktivitas individu dan penghasilannya. Kebanyakan bukti berasal dari pertanian. Kajian antara petani yang berpendidikan dan yang tidak berpendidikan di negara-negara berpendapa tan rendah menunjukan, ketika masukan-masukan seperti pupuk dan bibit unggul tersedia untuk teknik-teknik usaha tani yang lebih baik, hasil tahunan seorang petani yang tidak berpendidikan. Meskipun masukan ini kurang, penghasilan para petani yang berpendidikan tetap lebih tinggi 8 persen, (World Bank, World Development Report, 1980).

Peranan wanita dalam mengasung dan membesarkan anak begitu pending sehingga membuat pendidikan bagi anak perempuan menjadi sangat berarti. Studi-studi menunjukan adanya orelasi signifikan antara tingkat pendidikan ibu dan status gizi anaknya dan angka harapan hidup. Lebih jauh, manfaat kesehatan dan gizi yang lebih baik dan tingkat fertilitas yang lebih rendah yang diakibatkan oleh investasi-investasi lainnya dalam sektor pembangunan lainnya.

Sebuah studi lain oleh dilakukan untuk Bank Dunia dan disajikan dalam World Development Report 1980 menguji perkiraan tingkat pengembalian ekonomi (rate of return) terhadap investasi dalam bidnag pendidikan di 44 negara sedang berkembang. Disimpulkan bahwa nilai manfaat balikan semua tingkat pendidikan berada jauh diatas 10 persen.

Berbagai penelitian lainnya relatif selalu menunjukan bahwa nilai balikan modal manusia lebih besar daripada modal fisik. Tidak ada negara di dunia yang mengalami kemajuan pesat dengan dukungan SDM yang rendah pendidikannya. Jadi kalau kita mengharapkan kemajuan pembangunan dengan tidak menjadikan modal manusia (sektor pendidikan) sebagai prasyarat utama, maka sama dengan “si pungguk merindukan bulan”.

Permasalahan Pendidikan di Indonesia

Menurut Prof Dr Dodi Nandika (2005), Sekretaris Jendral Depdiknas, pada ceramahnya di depan Mahasiswa Pasca UPI Prodi Administrasi Pendidikan, mengemukakan bahwa masalah dan tantangan yang dihadapi dibidang pendidikan di Indonesia antara lain :

1.      Tingkat pendidikan masyarakat relatif rendah
2.      Dinamika perubahan struktur penduduk belum sepenuhnya terakomodasi dalam pembangunan     pendidikan
3.      Kesenjangan tingkat pendidikan
4.      Good Governance yang belum berjalan secara optimal
5.      Fasilitas pelayanan pendidikan yang belum memadai dan merata
6.      Kualitas pendidikan relatif rendah dan belum mampu memenuhi kompetensi peserta didik
7.      Pendidikan tinggi masih menghadapi kendala dalam mengembangkan dan menciptakan IPTEK
8.       Manajemen pendidikan belum berjalan secara efektif dan efisien
9.       Anggaran pembangunan pendidikan belum tersedia secara memadai.

Permasalahan tersebut diatas merupakan permasalahan yang banyak dihadapi oleh negara berkembang termasuk Indonesia. Peranan pendidikan bila dikaji secara ekonomi, maka akan memberikan kontribusi terhadap peranan pemerintah dan masyarakat terhadap dampak yang akan  dialami negara Indonesia dalam jangka panjang kedepan dengan kebijakan pembangunan pendidikan sebagai dasar pembangunan negara.



Nama : L.M. AZHAR NASRUMMINALLAH
NPM : 13110948
KELAS : 2KA06


2 comments: